Senin, 29 April 2013

bahasa inggris2



Nama Kelompok :

1.    Intan Arditha (23210558)
2.    Nurul Hasanah            (25210215)
3.    Rifqa Sari Adly          (25210937)

Kelas   :  3EB09


Istilah-istilah akuntansi

E
·      Efek / surat berharga   =   Marketable securities


F
·      Faktur                          =   Invoice
·      Faktur pembelian                    =   Purchase invoice
·      Formulir laporan                      =   Report form
·      Faktur penjualan                     =   Sales invoice
·      Faktur pajak                =   Tax invoice

Kamis, 11 April 2013

Padanan Kata


  1.       lockout: pencegahan oleh karyawan kebebasan karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka, dalam perjalanan dari perselisihan industri
  2.      loss leade: sesuatu yang dijual tanpa keuntungan untuk menarik costum
  3.      konsultan manajemen: seseorang yang menyarankan perusahaan tentang cara untuk memecahkan masalah, meningkatkan efisiens
  4.      tenaga perencanaan: memperkirakan jumlah karyawan yang dibutuhkan selama periode dan memutuskan bagaimana mereka dapat diperoleh
  5.      riset pasar: studi tentang potensi penjualan produk
  6.      nilai pasar: jumlah produk yang dapat diharapkan untuk mengambil
  7.      mark up: perbedaan antara biaya produk ke penjual dan harga jual
  8.      merchant bank: bank yang menyediakan pembiayaan untuk perusahaan industri dan komersial
  9.      merger: yang menyatukan perusahaan di bawah kepemilikan umum
  10.      manajemen menengah: manajer yang bawahan pertama-tier manajemen
  11.     campuran ekonomi: campuran BUMN dan perusahaan independen
  12.      monetarisme: Teori bahwa inflasi dan depresi dapat disembuhkan dengan mengendalikan pasokan uang
  13.      monopoli: maya kontrol produksi dan penjualan barang-barang tertentu oleh satu perusahaan
  14.     sampingan mortage mothballed: melakukan pekerjaan tambahan, biasanya setelah hari kerja dalam pinjaman pekerjaan utama obtainted dengan memasang properti sebagai jaminan tetap dalam kondisi operasi, tetapi tidak memproduksi
  15.      multinasional: perusahaan yang memiliki bisnis di berbagai negara
  16.      menasionalisasi nightshift bersih: untuk membawa bisnis ke dalam kepemilikan arti istilah umum setelah semua deducation telah dibuat kelompok pekerja yang bekerja pada malam hari
  17.      resmi bailey tua penerima: orang yang ditunjuk untuk mengawasi pembubaran perusahaan pengadilan pidana sentral Inggris
  18.      Pemegang saham biasa: pemegang saham yang berhak deviden suara pada pertemuan dan menerima bagian dari aset jika perusahaan liquidited
  19.      lembur: waktu bekerja di luar jam normal
  20.      paten: lisensi menjamin hak tunggal untuk membuat atau menjual produk tertentu
  21.     penggajian: perusahaan jumlah pembayaran gaji dan upah

Kamis, 17 Januari 2013

PEMANTAPAN STABILITAS EKONOMI MAKRO


TUGAS 4

PEMANTAPAN STABILITAS EKONOMI MAKRO

Stabilitas perekonomian adalah prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan. Stabilitas perekonomian sangat penting untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi. Stabilitas ekonomi makro dicapai ketika hubungan variabel ekonomi makro yang utama berada dalam keseimbangan, misalnya antara permintaan domestik dengan keluaran nasional, neraca pembayaran, penerimaan dan pengeluaran fiskal, serta tabungan dan investasi.
Untuk mencapai stabilitas ekonomi makro tidak hanya tergantung pada pengelolaan besaran ekonomi makro semata, tetapi juga tergantung kepada struktur pasar dan sektor-sektor. Untuk memantapkan stabilitas ekonomi makro, kebijakan ekonomi makro, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi baik, harus didukung oleh kebijakan reformasi struktural, yang ditujukan untuk memperkuat dan memperbaiki fungsi pasar-pasar, meliputi antara lain pasar modal dan uang, pasar tenaga kerja serta pasar barang dan jasa, dan sektor-sektor meliputi antara lain sektor industri, pertanian, perdagangan, keuangan dan perbankan, dan sektor lainnya.

PERMASALAHAN STABILITAS EKONOMI MAKRO
1.      Stabilitas ekonomi makro masih rentan terhadap gejolak. Di sisi keuangan negara, kesinambungan fiskal masih menghadapi ancaman. Rasio pinjaman per PDB masih relatif tinggi yang diperkirakan sekitar 55 persen PDB pada akhir tahun 2004.
2.      Laju inflasi dan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara sekawasan. Perkembangan ekonomi sampai dengan tahun 2003 ditandai oleh menguatnya nilai tukar mencapai Rp8.465/USD serta laju inflasi yang rendah sebesar 5,03 persen. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tingkat suku bunga SBI 3 bulan dari 13,12 persen (2002) menjadi 8,34 persen (2003).
3.      Kondisi neraca pembayaran perlu terus diwaspadai dengan kenaikan penerimaan ekspor non-migas yang melambat. . Nilai ekspor non-migas tahun 2000–2003 hanya tumbuh rata-rata sekitar 4,7 persen per tahun; jauh di bawah rata-rata sebelum krisis (1991–1997) yaitu sekitar 22,6 persen per tahun.
4.      Peningkatan impor yang terlalu cepat, tanpa diimbangi dengan ekspor nonmigas akan menekan posisi transaksi berjalan. Pada tahun 2004 impor, baik migas dan nonmigas, menunjukkan adanya peningkatan yang pesat sejalan dengan membaiknya perekonomian
5.      Jumlah arus modal masuk, terutama investasi langsung luar negeri masih relatif rendah dibandingkan sebelum krisis dan negara-negara di kawasan ASEAN. Sejalan dengan upaya untuk menurunkan beban utang luar negeri, arus modal pemerintah cenderung mengalami defisit.
6.      Sektor rill belum pulih. Ini tercermin dari lemahnya kondisi struktural, seperti rentannya ketahanan pangan, lemahnya struktur produksi industri, lemahnya sarana distribusi dan transportasi serta belum mantapnya kondisi perbankan dan lembaga keuangan.
7.      Kondisi perbankan dan lembaga keuangan lainnya belum mantap. Sementara itu, produk perbankan dan keuangan semakin bervariasi dan kompleks, globalisasi perdagangan jasa dan inovasi teknologi informasi telah meningkatkan arus transaksi keuangan masuk dan keluar Indonesia dan kecenderungan pemusatan aset lembaga jasa keuangan pada sektor perbankan (sekitar 80 persen di tahun 2003).
8.      Adanya potensi mismatch antara pendanaan jangka panjang (seperti pembangunan infrastruktur, defisit APBN yang dibiayai melalui penerbitan obligasi) dengan sumber pendanaan yang masih bersifat jangka pendek. Pada tahun 2003 hingga pertengahan tahun 2004, sekitar 80-90 persen dari deposito berjangka merupakan simpanan yang kurang dari tiga bulan. Sementara itu, peran lembaga jasa keuangan non bank yang sesungguhnya dapat menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi pembiayaan pembangunan masih belum signifikan.
9.      Penyiapan mekanisme pencegahan dan pengelolaan krisis melalui konsep Jaring Pengaman Sektor Keuangan Indonesia hingga saat ini belum berjalan seperti diharapkan. Belum ada kesepakatan di antara lembaga terkait terhadap pelaksanaan fungsi pengatur dan pengawas jasa keuangan yang terintegrasi (melalui pembentukan Otoritas Jasa Keuangan/OJK). Fungsi penjaminan simpanan nasabah bank (melalui pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS), baru akan dibentuk pada tahun 2005.
10.  memantapkan stabilitas ekonomi adalah kemungkinan timbulnya gejolak ekonomi baik yang berasal dari luar, antara lain dengan kemungkinan adanya policy reversal dari negara-negara industri maju dari kebijakan moneter yang longgar kepada kebijakan moneter yang lebih ketat dan meningkatnya harga minyak bumi, maupun yang berasal dari dalam negeri berupa rentannya kesinambungan fiskal, belum mantapnya kondisi perbankan dan lembaga keuangan lainnya, lemahnya kondisi struktural, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi ketidakseimbangan eksternal, ketahanan fiskal, dan stabilitas moneter.

Sabtu, 24 November 2012

Bahasa Indonesia Tugas 3

Kata
Arti Kata
Padanan Kata
1.      Abnormal Perfomanca index.
Index tidak norrmal
Daftar tidak biasa
2.      Adjustment.
Penyesuaian
Penghilangan
3.      Adjusted Price.
Harga yang disesuaikan
Harga yang sebanding
4.      Administrative Expenses.
Biaya administrasi
Biaya pengurusan
5.      Advanced Payment.
Pembayaran di awal
Uang muka
6.      Audit Working Paper.
Kertas kerja audit
Catatan pemeriksaan keuangan
7.      Automatic Premium Loan.
Iuran otomatis pinjaman
Angsuran pinjaman
8.      Bank Line.
Kredit maksimum yang diperbolehkan pelanggan
Ikatan (janji) bank
9.      Blanket Expense Policy.
Kebijakan biaya lapisan
Peraturan pengenaan tariff
10.  Capital Adequacy Ratio (CAR).
Kewajiban penyediaan modal
Rasio modal yang memadai
11.  Cash Disbursement.
Penarikan kas
Pengeluaran kas
12.  Certified Public Account.
Akuntan public terdaftar
Akuntansi public bersertifikat
13.  Checking Account.
Rekening giro
Simpanan nasabah
14.  Collective Rights of Stockholders.
Hak-hak kolektif dari pemegang saham
Hak bersama pemegang saham
15.  Competitive Bid.
Persaingan penawaran
Penawaran kompetitif
16.  Completion bond.
Penyelesaian obligasi
Pelunasan obligasi
17.  Conditional sale floater (insurance)
Asuransi
Jaminan
18.  Consumer debenture.
Konsumen obligasi
Pemegang obligasi
19.  Continuous budget.
Anggaran berkelanjutan
Anggaran rutin
20.  Cost forecasting.
Biaya tak terduga
Biaya lain-lain
21.  Cost of good sold.
Harga pokok penjualan
Biaya penjualan
22.  Economic entity.
Kesatuan usaha ekonomi
Badan usaha
23.  Economic class.
Kelas ekonomi
Tingkat ekonomi
24.  Financial intermediary.
Organisasi pasar uang
Perantara keuangan
25.  Financial reporting.
Catatan informasi keuangan
Laporan keuangan

Kalimat efektif berdasarkan pada padanan kata.
1.      Rekening giro
Tuan Andi memiliki rekening giro di Bank Gunadarma sebesar Rp. 100.000.000,00 dan mendapat bunga 12% pa. 
2.      Biaya administrasi
Ketetapan biaya administrasi Bank BCA adalah sebesar Rp. 12.000,00 per bulan.
3.      Kertas kerja audit
Akuntan Publik harus membuat dan melaporkan kertas kerja audit kepada klien sebagai bukti keabsahan data perusahan.
4.      Penarikan kas
Ibu Tuti melakukan penarikan kas dari rekening tabungan miliknya di Bank Mandiri sebesar Rp. 5.000.000,00
5.      Laporan keuangan
Setiap akuntan harus memahami dasar-dasar membuat laporan keuangan sebagai data atas transaksi-transaksi keuangan selama periode tertentu.

Nama Kelompok:
Garnis Suciati Sukanda (22210955)
Ika Widiyawati (23210408)
Yunianti Tri Ani Astuti (28210776)